Apa Hukumnya Orang Menikah Tapi Sudah Hamil Duluan? Ini Penjelasannya

LENSANANGGROE.com | Jakarta – Kali ini Ketua Divisi Humas dan Kemitraan YLKI Provinsi Gorontalo Zulkarnain Hasan. SHI. MH. mengemukakan. Selama ini banyak terjadi remaja yang hamil di luar nikah kemudian langsung dinikahkan hanya untuk menutupi aibnya. Dan yang mengenaskan lagi, laki-laki yang dinikahinya bukanlah orang yang menghamilinya. Rabu 21/7/2021.

Zulhas salah seorang jurnalistik Muslim Nasional juga Kader FKBN DPW DKl jakarta menjelaskan, tentunya jawaban yang di tuturkan ini berasal dari beberapa literatur yang pernah dibaca sebelumnya. Memang pergaulan di kalangan remaja dan anak muda sekarang ini di era mileniun and milenial (2021) sudah sangat mengkhawatirkan.

Tidak sedikit di antara mereka yang terjebak dalam pergaulan bebas. Tidak heran jika banyak remaja yang masih usia belia telah menikah disebabkan hamil duluan hasil dari perbuatan zina. “Ucapnya

Ada beberapa hal yang sepertinya perlu dijawab, yaitu bagaimana status hukum seorang laki-laki menikahi wanita yang sedang mengandung anak dari orang lain dan hukum wanita hamil yang dinikahi oleh laki-laki yang menghamilinya di luar nikah. “Ungkap Zulhas”.

Hal ini berdalil dari hadis Abu Sa’id Al-Khudri RA tentang sabda Rasulullah SAW tentang tawanan wanita di Perang Authos. “Jangan dipergauli perempuan hamil sampai ia melahirkan dan jangan (pula) yang tidak hamil sampai ia telah haid satu kali.” (HR Ahmad). (21/07)

Islam sangat menjaga nasab dan keturunan. Tidak boleh ada dua jenis sperma dalam rahim seorang wanita. Hal ini juga menjadi cikal bakal penyakit mematikan, seperti HIV dan AIDS. Hadis dari Ruwaifi’ bin Tsabit RA menyebutkan, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhirat maka jangan ia menyiramkan air (mani)nya ke ‘tanaman’ orang lain.” (HR Ahmad, Abu, Tirmidzi, dan Al-Baihaqi).

Hukum ini memperlihatkan bagaimana indahnya Islam dalam menjaga nasab dan keturunan. Demikian pula, indahnya akhlak Islam dalam menjaga kehormatan dan kasih sayang sesama manusia. Bayangkan saja, jika wanita yang tengah hamil karena perzinaan harus menanggung sendiri beban kehamilannya sampai melahirkan. Sedangkan, laki-laki yang menghamilinya dengan enteng bisa pergi begitu saja. “Tegasnya”

Wanita yang hamil di luar nikah baik karena korban perkosaan atau perzinaan mengalami depresi yang luar biasa. Belum lagi, pendampingan dan kehadiran sosok seorang suami sangatlah penting. Wanita hamil sangat butuh pendampingan semasa hamil hingga melahirkan. Sungguh menyesatkan jika wanita hamil dalam kondisi ini dibiarkan saja menanggung beban beratnya seorang diri. “Terang Zulhas”

Adapun wanita hamil yang diceraikan mantan suaminya maka suami berkewajiban pula menanggung seluruh kebutuhan mantan istrinya sampai masa iddahnya selesai. Ia wajib memberi nafkah lahir dan mencukupi seluruh kebutuhan istrinya. Wallahu’alam. “Pungkas zulhas” Rabu 21/07/2021.[] 

Sumber artikel by Sriwijayatoday.com

Reportase : ayah dien

Editor : Saiful amr

Post a Comment

Previous Post Next Post