BENGKEL KERETA API SIGLI TEMPOE DOELOE, TERBESAR DI SUMATERA PADA ZAMANNYA

Saat jaringan Atjeh tram pertama kali dibuka Ulee lheue ke kutaraja, bengkel atau balai Yasa untuk rollingstock berada di kutaraja, namun seiring dengan perluasan dan perubahan sistem perkeretaapian di Aceh besar ke lintasan pesisir melewati gunung seulawah, yakni dibangunnya sistem kereta api terpisah disepanjang pantai Utara dan timur aceh dari Sigli ke lhokseumawe, maka ditahun 1901 diputuskanlah untuk memindahkan bengkel di kutaraja dan memperluasnya di sigli. Bengkel kereta api baru ini dilengkapi dengan gudang gudang, fasilitas penuangan logam dan emplasement untuk pergantian lokomotif, kereta dan gerbong.

Bengkel di sigli ini kemudian menjadi bengkel kereta api terbesar di sumatera sehingga memiliki nilai strategis yang sangat tinggi. Saat Jepang masuk dan menginvasi sumatera, bengkel ini tetap dipertahankan dan menjadi tulang punggung keberlanjutan kereta api aceh.

Karena nilai strategis itulah maka pada tanggal 18 september 1944, Armada timur angkatan laut Inggris melancarkan sebuah misi khusus pengeboman melalui serangan udara yang diberi sandi, operation B light, untuk menghancurkan bengkel kereta api sigli yang saat itu sedang dikuasai jepang, misi dinilai berhasil karena dapat menghancurkan bengkel sampai 75 % infrastrukturnya.

Era peralihan pengelolaan kereta api aceh ke tangan indonesia ditandai dengan kemunduran dan berkurangnya posisi tawar kereta api dibandingkan dengan sarana jalan raya. Kehadiran 8 unit lokomotif diesel buatan NCM Holland bertipe C 301 pada tahun 1972 sempat diharapkan menjadi kebangkitan kereta api aceh.

Namun akibat berkurangnya panjang jaringan karena putusnya beberapa jembatan  yang tak juga diperbaiki, kerusakan sarana yang semakin parah membuat PJKA menghentikan keseluruhan operasional kereta api aceh pada tahun 1982.[]

Reference. De ingineur, spoor en tramwagen, sejarah kereta api aceh, collonial architecture, WWM II.

Recomended by FB Atjeh Atjeh

Post a Comment

Previous Post Next Post