Darwin Eng Nilai Humas Medco Melakukan Pembohongan Publik



ACEH TIMUR - Aktivis dan penggiat sosial media Aceh Timur Darwin atau akrap disapa Darwin Eng menilai humas medco mengirim realis berita tidak sesuai dengan hasil di lapngan,

Menurut Darwin Eng Realis Berita yang dikirim oleh pihak Medco kepada wartawan hasil keputusan rapat pada Jumat (09/07/2021) di Ruang Rapat B DPRK Aceh Timur hanya memberikan informasi tentang kinerja Medco

"Menurut Informasi dan data yang saya dapatkan itu hanya di informasikan tentang kinerja Medco,akan tetapi hasil rapat dan keadaan rapat serta siapa saja yang hadir dalam rapat tidak di sebutkan dan di realis tersebut juga yang berbicara bukan yang hadir pada hari itu,yang hadir Ali Hamzah kenapa disitu yang berbicara General Manager Medco E&P Malaka Susanto," Ujar Darwin Eng


"Ini adalah pembohongan dan pembodohan publik yang disampaikan oleh humas PT MEDCO E&P Malaka sedangkan dalam rapat jelas-jelas BPMA menyebutkan di Medco orangnya yang salah,Sistemnya berjalan tapi tidak di jalankan,kami dari perwakilan lingkar tambang sungguh menyesali hal ini," Kata Darwin Eng

Selain itu,Darwin Eng juga meminta pihak Medco Pusat untuk menindak tegas dengan hal tersebut karena ini jelas-jelas dan fakta di lepangan seperti ini dan di buat seperti itu dan ini jelas terjadi di depan peserta rapat

Hadir dalam rapat tersebut antara lain, Perwakilan warga lingkar tambang,Anggota DPRK,Ketua DPRK,Pihak Medco,Pihak BPMA,dan Insan Pers



Adapun Realis yang dikirim oleh PT medco yaitu :

MEDCO E&P PAPARKAN KONDISI OPERASIONAL PERUSAHAAN DI DPRK


Aceh Timur, 09 Juli 2021 - PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) memaparkan penanganan teknis dan non-teknis kegiatan operasi Perusahaan di Blok A kepada DPRK Aceh Timur, pada Jumat (9/07). Dalam pemaparan tersebut, juga dijelaskan terkait penanganan isu bau gas yang diduga dari kegiatan perawatan sumur milik Medco E&P pada Minggu (27/6) malam.


Perusahaan dalam rapat menyampaikan bahwa setiap menjalankan aktivitas operasi, Medco E&P mengutamakan keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan hidup, keamanan pekerja dan masyarakat sesuai Prosedur Operasi Standar (SOP). Sementara, berdasarkan Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang Izin Lingkungan Kegiatan Pengembangan Lapangan Migas di Blok A, telah dilakukan pengkajian analisa dampak lingkungan atas seluruh aspek termasuk dampak bau gas pada masyarakat serta penanganannya. Selain itu, Perusahaan dalam melaksanakan setiap kegiatan operasinya selalu dilakukan dengan prinsip kehati-hatian dan yang terkait masyarakat akan didahului dengan kegiatan sosialisasi secara menyeluruh.


Medco E&P juga menyampaikan hasil survey pemantauan kualitas udara di lokasi sumur Alue Siwah dan pemukiman warga di Desa Panton Rayeuk yang melibatkan DLHK Provinsi Aceh, DLH Kabupaten Aceh Timur dan Brimobda yang disaksikan oleh tokoh masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara dari instansi tersebut tidak menemukan sumber bau gas dan bahan berbahaya, termasuk hasil pengukuran oleh alat gas detector terhadap parameter H2S, CO dan SO2 di udara adalah nol. 


Pada proses penanganan warga, Perusahaan juga menyalurkan kebutuhan logistik dan menanggung biaya perawatan di rumah sakit. “Saat ini, Perusahaan terus memonitor kondisi area operasi melalui Posko Perusahaan di Desa Panton Rayeuk dan selanjutnya akan membentuk tim tanggap darurat bersama muspika setempat serta menjadikan posko tersebut sebagai pusat informasi keadaan darurat di masyarakat. Medco E&P juga berterima kasih atas dukungan Pemerintah Provinsi Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, BPMA, DLH, Kepolisian, TNI dan semua pihak sehingga Perusahaan dapat terus mengoperasikan fasilitas obvitnas ini untuk menyediakan gas bagi kebutuhan industri domestik,” ujar General Manager Medco E&P Malaka Susanto.. (*)

Post a Comment

Previous Post Next Post