Disaman Polis, Warga Acheh yang Berkumpul di Toko Tukang Cukur Kawasan Ampang Jaya Malsysia

Polisi menggerebek toko tukang cukur yang merupakan tempat berkumpulnya Acheh di Au3, Peramat Park di sini kemarin. Foto milik pembaca


LENSANANGGROE.com | Internasional - Ampang Jaya: Buat toko tukang cukur sebagai tempat berkumpul. Itu dilakukan oleh kelompok-kelompok asing dari Acheh, Indonesia yang melanggar perintah kontrol gerakan pengetatan (PKPD) di AU3, Taman Keramat di sini.

Lokasi digerebek oleh polisi setelah menerima informasi dari populasi sekitar jam 10 malam. Minggu, Juli 11, 2021

Kepala Kepolisian Distrik Ampang Jaya, Asisten Komisaris Mohamad Farouk Eshak mengatakan warga memberitahukan mereka sering melihat beberapa individu keluar memasuki toko tukang cukur dan toko kelontong yang berdekatan dijaga oleh penduduk Acheh, setelah jam 10 malam sampai jam 10 malam.

"Ini adalah (orang asing) ketika mereka melanggar hukum yang ditentukan sementara masyarakat lain, terutama penduduk setempat, berusaha untuk mematuhi prosedur operasi standar (SOP) yang ditetapkan untuk mengekang penularan Covid-19.

"Karenanya kami tidak akan berkompromi dengan pihak mana pun yang gagal mematuhi arahan Dewan Keamanan Nasional (MKN) seperti yang mereka lakukan," katanya ketika dihubungi oleh Metro Harian, hari ini.

Mohamad Farouk mengatakan bahwa di antara pelanggaran yang terdeteksi dikumpulkan di toko tukang cukur sementara kegiatan dilarang, melakukan kegiatan potong rambut, memiliki dan menyembunyikan rokok selundupan dan tidak memiliki dokumen perjalanan yang sah.

"Pada awalnya warga Acheh mencoba menipu polisi yang menyatakan bahwa toko mereka berada di daerah Kuala Lumpur, setelah mengetahui inspeksi polisi berasal dari markas polisi Distrik Ampang Jaya (IPD), di bawah pemerintahan Polisi Kontingen Selangor.

"Bagi kami yang penting adalah komunitas terutama di daerah Distrik Ampang Jaya, terus mematuhi SOP yang didirikan untuk memastikan bahwa jumlah kasus Covid-19 dapat dikurangi sekaligus yang mematikan pandemi ini," katanya.

Menurutnya, pria lokal menambah RM1.500 sementara empat orang Acheh ditangkap setelah tidak memiliki dokumen hukum.

Dia juga menyambut informasi publik dan keluhan pada aktivitas apa pun yang melanggar SOP.

Diposting pada: 10 Juli 2021 @Metro Harian/Oleh hafidzul hilmi mohd noor hafidzul @hmetro.com.my/Infoacehtimur.com/GOINFO.online/Lensananggroe.com

Post a Comment

Previous Post Next Post