MAHASISWA KKN-MK K12 BERBAUR DENGAN PETANIMEMANEN CABAI

Paloh Punti City - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MK K12 berbaur dengan petani Desa Paloh Punti kecamatan Muara Satu Kota Lhokseumawe. Kehadiran mahasiswa di tengah petani merupakan wujud dari pengabdian yang nyata mahasiswa Universitas Malikussaleh dalam membangun dan menggali potensi daerah.
Mukhtar Efendi, ketua kelompok KKN-MK K12 yang beranggotakan, Adita Aulia (Pendidikan Vokasional Teknik Mesin), Nuri Yulianti (Pendidikan Vokasional Teknik Mesin), Saryati ( Pendidikan Kimia ), Rahma Wati (Pendidikan Kimia), Busyraturrahi (Pendidikan Kimia), Azizah (Pendidikan Kimia ), Ramazan ( Teknik Mesin), Muhammad Naufal Faridz (Teknik Sipil) Dan Khairil Anwar (Teknik Sipil), mengungkapkan bahwa kegiatan bercocok tanam bersama petani yang dilakukan dirinya dan rekan sesama mahasiswa KKN-MK merupakan salah satu dari sekian banyak program yang akan direalisasi di Paloh Punti City. Semua mahasiswa KKN-MK K12 yang berposko di gampong setempat terlibat langsung dalam membersihkan lahan, yang kemudian dibuat bedengan untuk ditanami kembali. 

Sementara sekretaris desa, Paloh Punti, T.Zulkarnaini mengatakan keakraban antara petani dan mahasiswa merupakan bentuk silaturahmi kaum intelektual muda yang bisa membangun komunikasi untuk selanjutnya dapat mengaplikasikan ilmu yang dimiliki mahasiswa selama mereka belajar di kampus. Kemandirian juga akan terbangun seiring dengan tumbuhnya rasa kecintaan generasi millineal untuk membangun daerah. “Saya sangat mensupport setiap kegiatan yang dilakukan adik-adik mahasiswa di sini,”Ungkapnya  
DR.Muhammad Nasir, S.H., LL.M Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), menambahkan bahwa apa yang dilakukan mahasiswa KKN-MK K12 didesa Paloh Punti, Kota Lhokseumawe yang berbaur bersama petani dan masyarakat setempat dengan berbagai realisasi program merupakan partisipasi aktif warga kampus, khususnya mahasiswa dalam menggali berbagai potensi yang ada di tengah masyarakat untuk kemudian kita harapkan bisa ditransformasikan dalam keilmuannya. “Karena ke depan mahasiswa dituntut bukan hanya pandai dalam satu bidang ilmu saja, namun harus multitalenta menghadapi persaingan yang semakin ketat,” ujarnya.(Jimbrown Badar).

Post a Comment

Previous Post Next Post