Ternyata.. Medco Belum Jalankan Rekomendasi BPMA Sepenuhnya

    

Deputi Bidang Dukungan Bisnis BPMA Afrul Wahyuni dan anggota nya ketika memberikan keterangan kepada wartawan. Sabtu (Sabtu. 04/07/sore/photo/dok/hR/Az)


Aceh Timur - Paska keracunan belasan warga Desa Panton Rayeek T Kecamatan Banda Alam Aceh Timur. Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melakukan pertemuan dan silaturrahmi dengan insan pers dan LSM di Aceh Timur, dalam pertemuan itu BPMA membahas tentang situasi terkini diwilayah lingkar tambang dan menyalahkan PT Medco. Hal ini terungkap pada. Sabtu 4 Juni 2021 sore.

“Bagi BPMA tidak masalah diberitakan miring terkait operasional Medco, karena BPMA tidak menuntut harus diberitakan yang baik baik saja. Jika faktanya yang didapatkan wartawan, demikian, silahkan, begitu juga perimbangan berita,” ujar Afrol saat dimintai tanggapan nya.

Afrol Wahyuni yang membidangi Deputi dukungan bisnis ketika diwawancarai sejumlah wartawan menegaskan, “Kami selalu merekomendasikan Medco untuk memperhatikan berbagai macam aspek yang ditimbulkan dari operasional perusahaan”, paparnya.

“Dalam hal ini kami melihat, Medco sudah melakukan beberapa aspek, namun ada juga beberapa aspek yang belum dilakukan oleh Medco dan kami terus mendesak, lanjutnya.

Kita juga mendesak Medco untuk melakukan sosialisasi, dan melibatkan pekerja lokal, makanya rekomendasi teknis dan non teknis yang diberikan kepada Medco, namun kami melihat Medco juga belum menjalankan rekomendasi non teknis secara penuh, kata Afrol.

Menurutnya BPMA sudah tiga kali mendapat laporan permasalahan bau yang dikeluhkan warga, bagi BPMA Ini merupakan permasalahan serius. “Ini menjadi tugas utama kami, dan harus segera ditangani serta harus segera ada solusi, padahal setelah kejadian pertama, BPMA sudah mengirimkan surat peringatan, kenapa Medco belum menjalankan secara penuh rekomendasi dari BPMA,” cetusnya seraya menambahkan terkait operasional setelah kejadian pertama, bahkan sampai terulang ke tiga kali.

“Terkait dengan bau dari operasional Medco, kami dari BPMA bisa memastikan, bahwa bau itu bukan bersumber dari sumur AS 11, berdasarkan data data dan sensor yang dipasang di sumur tersebut. BPMA melihat, kemungkinan bau tersebut ditimbulkan dari sumur lainnya, yang telah di bor sebelum medco, terang Afrol.

“BPMA meminta Medco untuk melakukan penelitian dan investigasi terkait sumber bau yang menyebabkan warga harus mengungsi beberapa waktu lalu, ujarnya.

Terkait, tudingan bahwa BPMA tutup mata terkait keracunan belasan warga, “Kalau secara kasat mata iya, padahal BPMA sudah berbuat untuk masyarakat Banda Alam, apapun yang dilakukan Medco, itu semua atas arahan BPMA, jangan salah menilai,” pungkas Afrol. (Azhar)

Sumber: haba RAKYAT

Post a Comment

Previous Post Next Post