Kota Langsa Zona Merah, Jamda Pramuka Aceh 2021 Ditunda


Langsa – Jambore Daerah ( Jamda ) Kwarda Gerakan Pramuka Aceh tahun 2021 resmi di tunda penyelenggaraannya setelah Kota Langsa di tetapkan sebagai Zona Merah resiko tinggi penyebaran Covid – 19, sejak selasa 17 Agustus 2021.

Ajang pertemuan Pramuka Penggalang Se – Aceh itu sedianya dicanangkan berlangsung pada 21 – 27 Agustus 2021 di wahana wisata alam Hutan Kota Langsa, sudah melalui sejumlah tahapan verifikasi dan dipastikan beradptasi ditengah pandemi. Dengan konsep kegiatan healthtech camp, prokes berjalan optimal dan mampu meminimalisir kontak fisik antar peserta sehingga menekan angka penyembaran Covid 19.

Kendati demikian, terkait peningkatan status Kota Langsa dari zona orange menjadi zona merah atau resiko tinggi transmisi virus Corona, sesuai implementasi Intruksi Mendagri Nomor : 32 Tahun 2021 Tentang  PPKM Level 3.  2 dan 1, secara maksimal;

Segala bentuk pelaksanaan kegiatan yang berpotensi menimbulkan keramaian dan kerumunan secara fisik dilarang sementara waktu, sampai dengan wilayah dimaksud dinyatakan aman berdasarkan penetapan Pemerintah Daerah setempat.

Ketua Kwarda Gerakan Pramuka Aceh H Muzakir Manaf melalui Ketua Harian Ir H Djufri Efendi MSi, via pesan Whatsapp yang diterima redaksi media ini berisi himbauan, “Ditujukan kepada seluruh kontingen peserta Jamda Aceh 2021, sehubungan dengan adanya perintah penundaan Jamda Aceh 2021 dari satgas covid-19 Kota Langsa, maka Jamda Aceh 2021 di tunda sampai batas waktu yang belum di tentukan. Kontingen Kwarcab di minta untuk menunda keberangkatannya” Tulis Cut Bang Djufri, sapaan akrab anggota Pramuka di Aceh.

Amatan media, H – 2 jelang pembukaan kegiatan tingkat provinsi itu, sejumlah kontingen dari Kwarcab (Kab/Kota) Se Aceh sedang dalam perjalanan menuju Kota Langsa, terpaksa putar balik, meskipun rangkaian kegiatan sudah 100% disiapkan oleh Panitia.

“Kita mohon maaf, Penundaan ini yang ke dua kalinya terpaksa dilakukan. Setelah rencana kali pertama juga tertunda pada 25 – 31 Juli 2021. Himbauan kita, walaupun berat, sebagai seorang Pramuka kita tidak boleh terkejut ataupun panik; Pramuka tahu bagaimana menyikapi setiap kondisi dan yang harus dilakukan ketika sesuatu tak terduga begini terjadi. Semoga setelah penundaan ini, segera bisa kita wujudkan, pada waktu lebih tepat” Tutup Djufri, Kamis 19/08/2021 di Kota Langsa.

LIPUTAN RAKYAT


Post a Comment

Previous Post Next Post