Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa Bumi sangat tidak siap untuk menghadapi badai Matahari super kuat yang dapat menimbulkan kiamat teknologi.
Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa Bumi sangat tidak siap untuk menghadapi badai Matahari super kuat yang dapat menimbulkan kiamat teknologi. /Nieuws Feiten

Lensananggroe.com - Di zaman serba digital ini, koneksi internet memang paling dibutuhkan. Tanpa ada koneksi intenet, memungkinan segala macam aktivias manusia yang ada dibumi akan terkendala.

Namun, tahukah Anda bahwa belum lama ini mencuat kabar terkait dunia digital akan terputus oleh Solars Superstorms atau Badai Matahari Super. Hal ini diungkap oleh para ilmuwan pada konferensi komunikasi data SIGCOMM 2021 dilansir Galamedia dari Mashable SEA.

Para peneliti mempresentasikan hal tersebut dalam penelitian mereka yang berjudul “Solar Superstorms: Planning for an Internet Apocalypse”. Sebelum lebih jauh Badai matahari sendiri terjadi ketika partikel bermuatan besar dan plasma dikeluarkan dari matahari dan diledakkan ke luar angkasa.

Kini para peneliti dari University of California memperingatkan bahwa badai matahariberikutnya kemungkinan akan menyebabkan "kiamat internet". Badai matahari super ini diprediksi berakibat sangat buruk sehingga berisiko memutus koneksi internet global yang berpotensi berlangsung selama berbulan-bulan.

Tim ilmuwan mengatakan bahwa awan partikel magnet yang bergerak cepat yang dimuntahkan dari matahari selama badai matahari berlangsung berpotensi menyebabkan kerusakan ekstrim pada infrastruktur internet yang ada di Bumi.

Penting untuk diketahui bahwa setiap hari Bumi sebenarnya kerap dihujani oleh partikel yang dikeluarkan dari matahari dan tidak terlalu berdampak pada barang-barang elektronik di Bumi.

Hal ini disebabkan oleh atmosfer bumi bertindak sebagai perisai, menghalangi sebagian besar partikel termagnetisasi bersama dengan radiasi berbahaya dan memantulkannya ke luar angkasa.

Tapi perisai bumi tidak bisa menahan Badai Matahari Super, sebuah peristiwa di mana matahari memuntahkan massa dalam jumlah yang cukup besar untuk menyelimuti Bumi dan membanjiri pertahanan atmosfernya.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa Bumi sangat tidak siap untuk menghadapi badai Matahari super kuat yang dapat menimbulkan kiamat teknologi.

Para ilmuwan telah memperingatkan bahwa Bumi sangat tidak siap untuk menghadapi badai Matahari super kuat yang dapat menimbulkan kiamat teknologi. /Nieuws Feiten

Terakhir kali badai matahari super terjadi pada tahun 2014 dan tidak ada hal buruk yang terjadi. Sejauh ini badai matahari super sudah tercatat terjadi tiga kali dalam sejarah yang tercatat dengan yang pertama terjadi pada tahun 1859.

Baca Juga: Soal Saipul Jamil dan Pelecehan Seksual, Komika Ini Desak Ketua KPI Mundur: Bapak Sehat? Kok Mengkhawatirkan!

Dijuluki sebagai Peristiwa Carrington. Selama waktu itu, magnetosfer bumi diledakkan dengan begitu banyak massa matahari, sehingga memicu badai geomagnetik terbesar yang pernah tercatat.

Sangat buruk sehingga orang-orang melaporkan kompas mereka menjadi tidak terkendali sementara orang-orang yang tinggal di Kolombia benar-benar dapat melihat Aurora Borealis, atau cahaya utara.

Sedangkan badai Matahari pada Maret 1989 sempat membuat padam jaringan listrik di Provinsi Quebec, Kanada terputus selama sembilan jam. Karena itu, para peneliti percaya bahwa kabel bawah laut mungkin termasuk di antara yang terkena dampak parah jika terjadi badai super surya berikutnya.***

Sumber: GALAMEDIA